BAB I
PENDAHULUAN
Dalam perjalanannya problem yang dihadapi oleh manusia makin kompleks, sehingga membutuhkan jawaban yang kompleks pula, jawaban yang diberikan terhadap suatu problem tidak selalu dapat tuntas, bahkan kadang-kadang hanya sebagian kecil saja dari problem-problem yang ada terjawab dengan baik. Hal tersebut dikarenakan latar belakang yang berbeda-beda, baik dilihat dari aspek manusianya maupun dari aspek masalahnya, maka hal tersebut berpenganruh terhadap jawaban-jawaban yang diberikan.
Oleh karena jawaban dari suatu masalah dilihat dari berbagai sudut pandang sehingga mengakibatkan jawaban yang berbeda pula, maka timbullah bermacam-macam aliran dalam filsafat.
Manusia memegang peranan penting dalam munculnya aliran-aliran dalam filsafat ini, karena pada hakikatnya manusia mempunyai unsur kejiwaan, yaitu cipta, rasa, dan karsa, maka setiap individu dapat menghasilkan filsafatnya masing-masing. Namun pada sisi yang lain kenyataannya menunjukkan bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengemukakan pendapat serta ajaran yang bernilai filsafati.
Hambatan-hambatan yang ditimbulkan oleh kata dan susunan kalimat dalam suatu bahasa seringkali memaksa seorang filusuf untuk menyusun kalimat atau merangkai kata baru, hal ini dilakukan semata mata untuk bisa membuat representasi yang mendekati dengan apa yang terkandung dalam pikirannya.
Oleh karena filsafat merupakan hasil perenungan jiwa manusia yang terdlam, maka corak (sifat,khas) dalam tiap-tiap aliran tidak terlepas dari unsur-unsur yang menyusun manusia itu sendiri.
Maka dari itu dalam pembahasan kali ini kami akan membahas tentang Aliran-aliran dalam Filsafat pada pembahasan kali ini. Lanjut membaca