aliran-aliran dalam filsafat

BAB I

PENDAHULUAN

 

Dalam perjalanannya problem yang dihadapi oleh manusia makin kompleks, sehingga membutuhkan jawaban yang kompleks pula, jawaban yang diberikan terhadap suatu problem tidak selalu dapat tuntas, bahkan kadang-kadang hanya sebagian kecil saja dari problem-problem yang ada terjawab dengan baik. Hal tersebut dikarenakan latar belakang yang berbeda-beda, baik dilihat dari aspek manusianya maupun dari aspek masalahnya, maka hal tersebut berpenganruh terhadap jawaban-jawaban yang diberikan.

Oleh karena jawaban dari suatu masalah dilihat dari berbagai sudut pandang sehingga mengakibatkan jawaban yang berbeda pula, maka timbullah bermacam-macam aliran dalam filsafat.

Manusia memegang peranan penting dalam munculnya aliran-aliran dalam filsafat ini, karena pada hakikatnya manusia mempunyai unsur kejiwaan, yaitu cipta, rasa, dan karsa, maka setiap individu dapat menghasilkan filsafatnya masing-masing. Namun pada sisi yang lain kenyataannya menunjukkan bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengemukakan pendapat serta ajaran yang bernilai filsafati.

Hambatan-hambatan yang ditimbulkan oleh kata dan susunan kalimat dalam suatu bahasa seringkali memaksa seorang filusuf untuk menyusun kalimat atau merangkai kata baru, hal ini dilakukan semata mata untuk bisa membuat representasi yang mendekati dengan apa yang terkandung dalam pikirannya.

Oleh karena filsafat merupakan hasil perenungan jiwa manusia yang terdlam, maka corak (sifat,khas) dalam tiap-tiap aliran tidak terlepas dari unsur-unsur yang menyusun manusia itu sendiri.

Maka dari itu dalam pembahasan kali ini kami akan membahas tentang Aliran-aliran dalam Filsafat pada pembahasan kali ini. Baca lebih lanjut

KATA WAHYU DALAM AL-QURAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

Kata wahyu berasal dari kata Arab al-wahy, kata ini merupakan kata asli Arab yang berarti suara, api dan kecepatan. Namun kata wahy tersebut juga dapat berarti bisikan, isyarat, tulisan dan kitab[1].

Wahyu merupakan salah satu sarana komunikasi antara Tuhan yang bersifat imateril dengan manusia yang bersifat materil, namun dari ungkapat tersebut mulai timbul suatu perdebatan, yaitu mungkinkah wahyu yang bersifat imateril dan berasal dari alam imateril, turun kedunia materi dan dalam bentuk materi (kata-kata yang diucapkan). Baca lebih lanjut

PERKEMBANGAN ISLAM DI SPANYOL

A.      Masuknya Islam ke Spanyol

Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah AL-WALID (705–715 M), slah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaklukan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi dari Dinasti Bani Umayyah. Penguasaaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zaman Khalifah Abdul Malik (685-705 M). Khalifah Abdul Malik mengangkat Hasan Ibnu Nu’man Al-Ghassani menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa khalifah Al-Walid, Hasan Ibnu Nu’man sudah digantikan oleh Musa Bin Nushair. Di zaman Al-Walid itu, Musa Bin Nushair memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazairdan Maroko. Selain itu ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa-bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan, sehingga mereka menyatakan setia dan berjanji tidak akan membuat kekacauan-kekacauan seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu propinsi dari Khalifah Bani Umayyah memakan waktu selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah Ibnu Abi Sufyan) sampai tahun 83 H (masa Al-Walid). Sebelum dikalahkan dan kemidian dikkuasai Islam, di kawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan Kerajaan Romawi, yaitu kerajaan GHOTIK. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Setelah kawasan ini betul-betul dapat dikuasai, umat Islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol. Dengan demikian Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi kaum muslimin dalam penaklukan wilayah Spanyol.

Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat 3 (tiga) pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah : Baca lebih lanjut

PENGANTAR ILMU DAKWAH “Ormas Islam di Timur dan Barat”

MAKALAH

PENGANTAR ILMU DAKWAH

“Ormas Islam di Timur dan Barat”

 

Oleh:

Istiqlal H.Pradityo

4715072245

Jurusan Ilmu Agama Islam

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Jakarta

BAB I

PENDAHULUAN

Islam merupakan suatu agama yang pada hakekatnya tidak hanya menjurus pada satu segi kehidupan, namun mencakup semua aspek kehidupan manusia,

dalam Islam dakwah merupakan salah satu langkah dan cara dalam menyebar luaskan ajaran-ajaran dalam Islam, di dalam dunia Islam sendiri khususnya di dunia belahan timur terdapat berbagai macam cara dalam mensyiarkan ajaran Islam.

dakwah islam di wilayah timur dimulai sejak zaman rasul dan berlanjut pada zaman sahabat dan pada masa saat-saat ini, jika pada masa tabi’ tabi’in terdapat berbagai macam dinasti-dinasti yang menyebar luaskan syiar islam, namun pada masa modern saat ini arah dakwah tidak terbatas pada dakwah melalui masjid-masjid namun juga saat ini dakwah bisa dilakukan dengan menggunakan media seperti ormas ataupun orpol. Baca lebih lanjut

Sistem Dakwah

MAKALAH

PENGANTAR ILMU DAKWAH

“Ormas Islam di Timur dan Barat”

Oleh:

Istiqlal H.Pradityo

4715072245

Jurusan Ilmu Agama Islam

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Jakarta

BAB I

PENDAHULUAN

Islam merupakan suatu agama yang pada hakekatnya tidak hanya menjurus pada satu segi kehidupan, namun mencakup semua aspek kehidupan manusia,

dalam Islam dakwah merupakan salah satu langkah dan cara dalam menyebar luaskan ajaran-ajaran dalam Islam, di dalam dunia Islam sendiri khususnya di dunia belahan timur terdapat berbagai macam cara dalam mensyiarkan ajaran Islam.

dakwah islam di wilayah timur dimulai sejak zaman rasul dan berlanjut pada zaman sahabat dan pada masa saat-saat ini, jika pada masa tabi’ tabi’in terdapat berbagai macam dinasti-dinasti yang menyebar luaskan syiar islam, namun pada masa modern saat ini arah dakwah tidak terbatas pada dakwah melalui masjid-masjid namun juga saat ini dakwah bisa dilakukan dengan menggunakan media seperti ormas ataupun orpol. Baca lebih lanjut

Metodologi Dakwah

MAKALAH

METODOLOGI DAKWAH

“Metode Dakwah Mimbar Ulama”

Oleh:

Istiqlal H.Pradityo

Jurusan Ilmu Agama Islam

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Jakarta

DAFTAR ISI

I.Pendahuluan…..………………………………………………………………………i

II. Pembahasan

MetodeDakwah Mimbar……………………………………………………………1

A. Metode Dakwah KH. Abdullah Syafi’i………………………………………….1

B. Metode Dakwah KH. Zainuddin MZ……………………………………………2

C. Metode Dakwah Ust. Yusuf Mansyur…………………………………………..3

D. Metode Dakwah Ustz. Suryani Thahir………………………………………….5

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………6

III.  Daftar Pustaka………………………………………………………………………7 Baca lebih lanjut

wanita karier menurut Quran

WANITA KARIER DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

  1. 1. PENDAHULUAN

Perempuan adalah separuh bagian dari sebuah masyarakat, dia juga bahkan menjadi patner lelaki dalam memakmurkan bumi dan merealisasikan sebuah pemberdayaan. Dengan adanya kerja sama di antara keduanya, kehidupan bisa berlangsung dan berjalan lurus, masyarakat dapat berkembang dan panji-panji keadilan serta kebaikan pun dapat berkibar. Islam telah menjaga hak-hak sipil perempuan dengan utuh, memelihara kelayakannya dalam menjalankan tugas-tugasnya, melakukan beragam transaksi seperti jual-beli, menggadaikan, menghibahkan, berwasiat, dan beberapa bentuk transaksi yang lain.

Islam juga lebih menjaga hak milik individu perempuan secara sempurna daripada ajaran-ajaran selain islam. Islam pun mengakui wewenangnya yang penuh dan mandiri dalam mengatur harta kekayaan dan kepemilikannya tanpa campur tangan seorang pun yang mungkin merampas harta dan hak kepemilikannya tanpa seizing dan restunya sekalipun orang tersebut adalah suaminya. Islam telah mempermudah jalan bagi perempuan untuk bisa menjadi perempuan karier secara special baik dalam tingkah laku, manajemen usaha dan kerjanya. Dengan mandiri dia dapat berinvestasi dan berproduksi, menjual dan membeli, memberi dan menyewakan atau bersedekah serta bentuk-bentuk muamalah syariah lain dengan prinsip kebebasan, kemandirian usaha tanpa satu pun intervensi dari pihak luar. Baca lebih lanjut